Sejarah

SEJARAH PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI

Universitas Trunojoyo Madura atau dapat disingkat dengan UTM merupakan salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang ada di Jawa Timur. Universitas Trunojoyo Madura pada awalnya bernama Universitas Bangkalan yang berstatus Perguruan Tinggi Swasta (PTS), didirikan oleh Yayasan Pendidikan Kyai Lemah Duwur (MKGR ) Bangkalan pada tahun 1981.

Program Studi Agroekoteknologi pada awalnya merupakan satu-satunya program studi dari Fakultas Pertanian Universitas Bangkalan yang didirikan pada tahun 1986, yaitu Program Studi Budidaya Pertanian. Program Studi Budidaya Pertanian mendapatkan status Diakui pada tahun 1992 berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor 16/DIKTI/kep/1992 tertanggal 9 Maret 1992. Selanjutnya berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi  Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor 286/DIKTI/kep/1994 tertanggal  11 Oktober 1994, program studi Budidaya Pertanian mendapatkan status Disamakan.

Kemudian berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 85 Tahun 2001 tertanggal 5 Juli 2001, status Universitas Bangkalan dirubah menjadi Perguruan Tinggi Negeri dan diganti namanya menjadi Universitas Trunojoyo Madura. Pengalihan status ini diresmikan oleh Menteri Sekretaris Negara Muhammad M. Basuni pada tanggal 23 Juli 2001.

Sejak berganti status menjadi Perguruan Tinggi Negeri, Program Studi Budidaya Pertanian tetap menjadi bagian dari Fakultas Pertanian bersama 3 program studi baru, yaitu Ilmu Kelautan (S1), Teknologi Industri Pertanian (S1) dan Agribisnis (S1).

Dalam perkembangan selanjutnya, berdasarkan hasil evaluasi akademik dan administratif yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, program studi Budidaya Pertanian mendapatkan Perpanjangan Ijin Penyelenggaraan Program Studi Budidaya Pertanian (S1), berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi nomor 121/DIKTI/Kep/2007, tertanggal 31 Agustus 2007, yang merupakan perpanjangan dari Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi nomor 161/DIKTI/Kep/1992 tertanggal 03 September 1992.

Pada tahun 2006, program studi Agroekoteknologi memperoleh dana melalui Program Hibah Kompetisi (PHK) SP-4 yang dilaksanakan untuk jangka waktu satu (1) tahun. Program PHK SP-4 ini ditujukan untuk pemantapan dan peningkatan manajemen internal jurusan melalui peningkatan manajemen akademik, manajemen proses pembelajaran, pelayanan administrasi dan laboratorium, sehingga mampu menunjang efektivitas dan produktivitas proses pembelajaran dan mutu pendidikan.

Pada tahun 2010 program studi Budidaya Pertanian mengalami perubahan nama menjadi program studi Agroekoteknologi berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi nomor 533/D/T/2010 tertanggal 19 Mei 2010. Selanjutnya program studi Agroekoteknologi mendapatkan Perpanjangan Ijin Program Studi berdasarkan  Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi nomor 7040/D/T/K-N/2011 tertanggal 12 Mei 2011.

Untuk mendapatkan pengakuan untuk disejajarkan dengan program studi lain, saat ini program studi Agroekoteknologi telah memperoleh status, peringkat Akreditasi “B” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN- PT), dengan SK BAN-PT NO : 001/BAN-PT/Ak-XI/S1/IV/2008  tertanggal 18 April 2008.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *