Prodi agroekoteknologi mengadakan kuliah praktisi pada mata Transformasi Digital. Praktisi yang dihadirkan adalah GIS Developer PT. Koltiva AG Indonesia yaitu Dimas Uga Perceka, S.P.,M.Eng. Beliau menjelaskan berbagai hal diawali dengan profil perusahaan dan teori dasar GIS dan Remote sensing. Koltiva adalah sebuah perusahaan teknologi yang berfokus pada pengembangan solusi berkelanjutan di sektor pertanian dan rantai pasokan. Perusahaan ini menyediakan platform teknologi yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan keberlanjutan dalam rantai pasokan komoditas pertanian.

Meskipun GIS dan remote sensing sering digunakan bersamaan, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Diantaranya GIS berfokus pada pengolahan dan analisis data geospasial yang bisa berasal dari berbagai sumber, termasuk data yang dikumpulkan melalui remote sensing. Sedangkan remote sensing secara spesifik berkaitan dengan pengumpulan data dari jarak jauh, terutama menggunakan sensor yang terpasang pada satelit atau pesawat.

Beliau juga menjelaskan tantangan global dibidang pertanian seperti perubahan iklim, peningkatan kebutuhan pangan, penggunaan lahan dan ir yang berkelanjutan, hama penyakit tanaman. Peran GIS dan remote sensing untuk memberi solusi terhadap tantangan tersebut, seperti pemantauan dan manajemen SDL-SDA, adaptasi perubahan iklim, serta peningkatan produktivitas dan berkelanjutan.

Pemateri juga menjelaskan beberapa kegiatan yang mengaplikasikan GIS-RS dibidang pertanian, seperti pemetaan area terbakar, deforestasi, deteksi dan penilaian kesehatan tanaman dengan deep learning, deteksi penyakit Genoderma pada tanaman kelapa sawit, deteksi kerusakan tanaman jagung menggunakan SAVI, dan klasifikasi tanaman kakao dan tren penggunaan lahan dengan image fussion.  Setelah pemaparan materi, mahasiswa antusias untuk bertanya lebih lanjut terkait aplikasi GIS-RS dibidang pertanian yang telah dijelaskan dan karir pekerjaan di bidang GIS.