Prodi Agroekoteknologi FP UTM menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Kurikulum Prodiyang dihadiri oleh dosen, pimpinan fakultas, beberapa stakeholder / mitra dan alumni. Mitra yang hadir adalah Dr. Evy Latifah, S.P., M.P dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) dan Agung Basuki, S.P., M.Agr dari CV. Aura Seed Indonesia, perusahaan benih PMA, M. Alfian Syah S.P selaku Wirausaha Pimpinan PT. Samudera Agro Nusantara Sentosa, Saiful Umam, S.P pimpinan PT. Giri Agro Raya Sejahtera (GARS), M. Yanto A S.P dari PT. Taiwan Infarm Indonesia, dan Dani Mardianto S.P dari Dinas DKPP Kab. Sumenep.
Beberapa hal yang dapat disimpulkan dari kegiatan ini diantaranya adalah pembentukan mata kuliah berbasis sumberdaya alam spesifik lokasi dan bernilai komersil. Penambahan SKS pada matakuliah Metode Riset Agroteknologi karena ini menjadi basis kompetensi lulusan sebagai peneliti. Profil lulusan sebagai peneliti juga perlu dibekali pengetahuan, kemampuan manajerial, kolaborasi, kordinasi sehingga mampu menyelesaikan permasalahan yang kompleks dan komprehensif.
Bapak Agung selaku praktisi menjelaskan profil dan divisi yang ada di Perusahaan yang dapat ditempati oleh lulusan prodi Agroekoteknologi, seperti RnD, Produksi (perbanyakan benih), Quality Control (QC), dan Prosesing. Beliau juga memberikan masukan terkait soft skill yang harus dicapai oleh lulusan dan sebagai standar kriteria calon karyawan yaitu memiliki loyalitas tinggi (karena terkadang pekerjaan diluar jam kerja), memiliki inisiatif untuk memajukan perusahaan, memiliki tanggung jawab dan jujur, disiplin, dan memiliki kompetensi dibidang industri benih.
Masukan dari narasumber lainnya adalah lulusan harus ulet, tangguh dan kuat, membekali lulusan dengan keterampilan wirausaha on farm dan off farm, lulusan harus memiliki sertifikat kompetensi, kemampuan problem solving dan riset berbasis spesifik lokasi kolaborasi dengan dinas setempat.
